Banuaran Menyala Berkat Pokir H. Rusdi, Jalan Terang Jadi Harapan Baru Pelaku UMKM
PADANG, WIKIBISNIS.COM – Kehadiran 18 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Padang, H. Rusdi, S.T., M.T., di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, tidak hanya membuat lingkungan semakin terang.
Fasilitas tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama yang beraktivitas pada malam hari.
Penerangan jalan menjadi salah satu fasilitas pendukung bagi usaha kecil di lingkungan permukiman. Jalan yang terang dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja, sekaligus mendukung aktivitas warung, pedagang kuliner, dan usaha rumahan.
Potensi inilah yang turut mengiringi pemasangan PJU di Banuaran, Minggu (18/10/2026).
H. Rusdi, anggota Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang dari Daerah Pemilihan Lubuk Begalung dan Bungus Teluk Kabung, turun langsung meninjau pemasangan lampu jalan tersebut.
Jalan Terang, Peluang Ekonomi Warga Terbuka
Sebanyak 18 titik PJU yang direalisasikan melalui Pokir H. Rusdi tersebar di sejumlah kawasan permukiman.
Rinciannya, lima titik di RT 04 RW 11, lima titik di RT 05 RW 11, empat titik di jalan utama RT 01 RW 12 dan RT 01 RW 13, serta empat titik lainnya di RT 01 RW 13.
Penambahan fasilitas penerangan ini diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, terutama pedagang makanan dan minuman, kondisi lingkungan yang terang merupakan salah satu faktor pendukung aktivitas usaha pada malam hari.
Masyarakat dapat lebih nyaman mendatangi warung, membeli kebutuhan sehari-hari, maupun menikmati kuliner di sekitar permukiman.
Meski dampaknya terhadap omzet belum dapat diukur, kehadiran PJU menjadi modal infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lingkungan.
"Kita bangga dengan warga Banuaran. Terkhusus RT 04 RW 11 yang pagi ini bapak-bapak melaksanakan gotong royong, sedang kaum ibu memasak kolak ketan. Kita berharap ke depan tidak ada lagi lokasi kelam di Banuaran ini," ujar H. Rusdi.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan lampu PJU mati agar dapat ditindaklanjuti.
Kolak Ketan Buatan Ibu-Ibu, Potensi Kuliner Lokal yang Menjanjikan
Ada sisi menarik dalam kunjungan H. Rusdi ke Banuaran.
Sebelum meninjau pemasangan PJU, ia menikmati kolak ketan hasil kreasi ibu-ibu RT 04 RW 11. Hidangan tradisional tersebut disajikan di tengah kegiatan gotong royong warga.
Kolak ketan menjadi gambaran potensi keterampilan kuliner masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan.
Dengan pengemasan, kualitas produk, dan pemasaran yang tepat, makanan tradisional Minangkabau berpeluang memiliki nilai ekonomi lebih luas.
Kehadiran penerangan jalan juga dapat menjadi fasilitas pendukung apabila masyarakat ingin mengembangkan kegiatan kuliner atau usaha kecil pada sore hingga malam hari.
Semangat tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau, barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Warga Apresiasi Pokir H. Rusdi
Ketua RT 04 RW 11 Banuaran Nan XX, Saribulih, menyampaikan apresiasi atas perhatian H. Rusdi terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, berbagai aspirasi warga telah diperjuangkan melalui Pokir H. Rusdi, mulai dari pembangunan infrastruktur, rumah ibadah, pendidikan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Alhamdulillah, kita tidak salah pilih. Selain tanggap dan peduli, Pak Rusdi dengan cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Lampu mati, jalan berlubang, dan kepentingan warga lainnya selalu ditanggapi dengan cepat," ujar Saribulih.
Banuaran Makin Hidup, Aktivitas Malam Jadi Peluang
Manfaat penerangan jalan juga mulai terlihat dari aktivitas sosial masyarakat.
Selepas salat Isya di masjid, anak-anak tampak menikmati suasana malam dengan bermain dan berolahraga bersama di bawah cahaya PJU.
Gelak tawa mereka menghadirkan suasana baru di lingkungan permukiman.
Ketua Pos 7 Posyandu Cempaka Putih Banuaran, Zetri Murni, S.S., menyambut positif perubahan tersebut.
"Gelak tawa mereka mengingatkan kita pada masa lalu. Maklum, pada masa itu memang belum ada gadget. Semoga hal ini bernilai positif bagi mereka untuk saling berinteraksi," ujarnya.
Meningkatnya aktivitas sosial pada malam hari juga membuka potensi bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi masyarakat. Mulai dari usaha jajanan, minuman, makanan tradisional, hingga produk rumahan.
Namun, potensi tersebut tetap membutuhkan kreativitas pelaku usaha, dukungan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang baik.
Kehadiran 18 titik PJU melalui Pokir H. Rusdi menjadi langkah penyediaan infrastruktur yang manfaatnya dapat melampaui fungsi penerangan jalan.
Banuaran kini bukan sekadar semakin terang. Ada peluang bagi usaha kecil untuk tumbuh, kuliner tradisional berkembang, dan ekonomi masyarakat bergerak bersama cahaya lampu jalan. (*)
